Senin, 27 Maret 2017

Gas Yang Mudah Terbakar

Gas Yang Mudah Terbakar - Bahan kimia mudah terbakar merupakan bahan yang mudah bereaksi dengan oksigen dan bisa menyebabkan kebakaran yang besar. Reaksi kebakaran yang cepat juga bisa menyebabkan suatu ledakan. Bahan cair dikatakan mudah terbakar apabila titik nyala lebih dari 21 oC dan 55 oC pada tekanan 1 atm.

Bahan cair dikatakan sangat mudah terbakar 1 atm. Gas ini dikatakan mudah terbakar apabila titik didih  kurang dari 20 oC pada tekanan 1 atm. Yang termasuk bahan yang mudah terbakar yaitu:

1.Gas mudah terbakar
Gas mudah terbakar pada industri yaitu seperti gas alam, hidrogen, asetilen, etilen oksida. Gas tersebut sangta cepat terbakar sehingga sering menimbulkan ledakan. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran akibat kebocoran gas anda bisa menggunakan alat pendeteksi kebocoran gas atau yang sering disebut gas detector. Apabila anda ingin mencari alat tersebut anda bisa mencarinya di alat ukur Indonesia, disana menyediakan alat ukur yang berkualitas.

2.Zat cair mudah terbakar
Zat cair yang mudah terbakar adalah yang paling banyak dijumpai pada industri yang dikenal sebagai pelarut organik. Contohnya yaitu seperti eter, alkohol, aseton, benzena, heksa, dan lain-lain. Pelarut tersebut di suhu kamar menghasilkan uap yang pada perbandingan tertentu bisa terbakar oleh adanya api terbuka.

Selain ditentukan oleh titik nyala, titik terbakar, dan wilayah konsentrasi mudah terbakar, kecenderungan sebuah pelarut organik untuk mudah terbakar juga ditentukan oleh titik didih. Suhu itu menentukan banyak atau sedikitnya, uap dihasilkan di suhu tertentu.

Apabila semakin rendah titik didih, maka akan semakin mudah menguap atau semakin mudah terbakar. Contohnya yaitu eter dengan titik didih 14 oC  lebih mudah terbakar dibanding alkohol dengan titik didih 79 oC.

Pelarut organik yang sangat ringan dari air dan tak larut dalam air, yaitu seperti benzena, bensin, dan heksa, apabila terbakar akan sangat berbahaya jika disiram dengan air. Pemakaian pelarut organik pada industri yaitu:
a.Industri cat seperti petroleum eter, alkohol, aseton, eter, heksa, MIBK (Metil Iso Betil Keton)
b.Industri kertas seperti karbon disulfida
c.Pengolahan minyak seperti bensin, benzena, toluena, dan xilene

2.Zat padat mudah terbakar
Zat padat yang mudah terbakar pada industri yaitu belerang, fosfor, kertas, hidrida logam, dan kapas. Umumnya zat padat lebih sulit terbakar dibanding dengan bentuk cair. Walau demikian zat padat berbentuk serbuk halus amat mudah terbakar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar