Kamis, 23 Maret 2017

Proses Pengolahan Gas Alam

Proses Pengolahan Gas Alam - Proses pengolahan gas alam merupakan proses industri yang dirancang untuk membersihkan gas alam mentah dengan memisahkan kotoran dan berbagai macam non-metana hidrokarbon dan cairan untuk memperoleh apa yang dikenal sebagai dry natural gas.


Pengolahan gas alam dimulai dari sumur bor. Bahan gas alam mentah yang diekstrak dari sumur bor tergantung dari jenis, kedalaman, dan keadaan geologi daerah. Minyak dan gas alam sering dijumpai bersama - sama dalam sama reservoir.

Gas alam yang diperoleh dari sumur minyak pada umumnya didefinisikan sebagai associated-dissolved, yang artinya bahwa gas alam dilarutkan pada minyak mentah. Kebanyakan gas alam mengandung senyawa hidro karbon, contohnya seperti gas metana, benzena, dan butana.
Walaupun mereka berada dalam tahap cair pada tekanan bawah tanah, molekul akan menjadi gas saat tekanan atmosfer normal. Secara kolektif, mereka disebut juga kondensat ataupun cairan gas alam. Gas alam yang diambil dari tambang batu bara dan tambang adalah pengecualian utama, pada dasarnya campuran dari metana dan karbon dioksida (sekitar 10%).

Pabrik pengolahan gas alam  melakukan pemurnian gas alam mentah yang diproduksi dari ladang gas bawah tanah. Suatu pabrik mensuplai gas alam lewat pipa yang bisa dipakai sebagai bahan bakar oleh perumahan, komersial dan industri konsumen. Dalam proses pengolahan, kontaminan akan dihilangkan dan hidrokarbon yang lebih berat akan diolah ulang untuk kebutuhan komersial lainnya.

Beberapa pabrik pengolahan harus dirancang untuk memperoleh produk setengah jadi biasanya karena alasan ekonomi. Biasanya mengandung lebih dari 90 % metana murni dan lebih kecil jumlah etana nitrogen, karbon dioksida. Ini bisa diproses lebih lanjut di pabrik hilir ataupun dipakai sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan kimia.

Jenis - jenis sumur gas alam yaitu:
1.Sumur minyak mentah.
2.Sumur gas.
3.Sumur kondensat.

Gas alam yang keluar dari sumur minyak mentah biasanya disebut juga associated gas. Gas alam yang keluar dari sumur minyak mentah ada yang sebagai gas di atas minyak mentah yang terbentuk didalam tanah, atau bisa juga larut dalam minyak mentah.

Gas alam yang keluar dari sumur gas dan sumur kondensat, di mana tidak ada kandungan minyak mentah disebut juga non-associated gas. Sumur gas biasanya hanya memproduksi gas alam mentah saja, sedangkan sumur kondensat memproduksi gas alam mentah bersama dengan hidrokarbon berat molekul rendah.

Gas ini pada tahap cair pada keadaan ambien contohnya pentana disebut juga sebagai gas alam kondensat. Gas alam juga bisa disebut sweet gas saat relatif bebas dari hidrogen sulfida, tetapi gas yang mengandung hidrogen sulfida disebut sour gas.

Gas alam mentah juga bisa berasal dari cadangan metana pada pori - pori lapisan batubara, dan terutama teradsorpsi ke permukaan batubara tersebut. Gas itu juga disebut sebagai coalbed gas atau coalbed methane.

Untuk mendeteksi gas anda dapat menggunakan gas detector, apabila anda ingin mencari toko yang jual gas detektor, anda bisa mencarinya di alat ukur Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar