Minggu, 06 Agustus 2017

Kualitas Air Ikan Patin

Kualitas Air Ikan Patin - Dalam budidaya perikanan air merupakan kebutuhan vital baik untuk internal dan eksternal bagi ikan. Untuk kebutuhan internal air digunakan untuk berbagai proses reaksi yang terjadi di dalam tubuh, mengangkut bahan makanan ke seluruh tubuh ikan, mengangkut sisa metabolisme yang nantinya akan dikeluarkan dari dalam tubuh dan mengntrol suhu tubuh ikan. Sedangkan untuk kebutuhan eksternal air berguna untuk habitat ikan. Dikarenakan peranan air ini yang sangat vital bagi budidaya perikanan maka kondisi perairan ini harus dijaga baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.
Pada artikel ini kita akan membahas budidaya ikan patin yang termasuk dalam golongan catfish, ikan ini merupakan ikan yang mampu hidup bahkan diperairan yang jelek. Tentu bila ingin mendapat hasil yang maksimal dan ikan tumbuh dengan optimal maka kualitas air yang digunakan juga harus baik dan sesuai.

Meskipun ikan patin sendiri mampu bertahan hidup pada perairan yang buruk namun ikan ini sendiri akan lebih menyukai perairan yang baik sebagai tempat hidupnya seperti sungai dan danau yang merupakan habitat aslinya. Apabila harus hidup diperairan yang buruk pertumbuhan ikan ini akan menjadi terhambat, hal ini disebabkan karena sebagian besar energi ikan akan habis untuk bertahan hidup diperairan tersebut.

Apabila kita ingin membudidayakan ikan patin khususnya pada kolam terpal kita harus memperhatikan kondisi air yang kita gunakan selain memberi pakan yang teratur, dengan jumlah yang cukup dan bergizi. Dengan pengelolaan air yang baik dan benar maka ikan akan dapat tumbuh dengan maksimal.

A. PERALATAN PENDUKUNG
Budidaya ikan menggunakan kolam terpal ini memerlukan beberapa peralatan untuk mengelolan kualitas air yang digunakan dan juga untuk menjaga ketersediaan airnya. Peralatan yang diperlukan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Aerator atau blower
Aerator merupakan peralatan yang diperlukan sewaktu-waktu saja hanya saat air kekurangan pasokan oksigen terlarutnya, alat ini akan digunakan pada saat genting apabila kadar oksigen terlarut ini kurang dari 3 ppm. Untuk ikan patin yang dewasa ataupun saat proses pembesaran, ikan patin ini tidak terlalu membutuhkan pasokan oksigen terlarut dalam jumlah yang normal, bahkan yang minimpun juga akan mampu bertahan. Berbeda halnya ketika masih menjadi benih dan dengan tingkat kepadatan yang tinggi, maka kebutuhan oksigen terlarut ini sangat penting.

2. Pompa
Pompa ini merupakan peralatan yang diperlukan apabila kolam budidaya kita berada jauh dari sumber air. Untuk keperluan tersebut kita dapat menggunakan pompa listrik ataupun pompa bahan bakar. Apabila sumber air yang digunakan berada di atas kolam yang kita gunakan maka dapat mengalirkannya dengan cara manual saja dengan menggunakan pipa dan memanfaatkan gaya gravitasi serta sifat dasar air.

Pompa ini akan sangat dibutuhkan apabila kita ingin melakukan budidaya ikan secara besar, sedangkan bila kita hanya melakukan budidaya kecil-kecilan yang hanya menggunakan 2 sampai 3 kolam saja biasanya pompa akan sangat jarang digunakan karena akan membebani biaya operasional. Untuk usaha budidaya dalam skala kecil maka air kolam cukup didapatkan dari air hujan, air sumur dan sebagainya, dimana cara mengisinya cukup secara manual.

3. Selang atau pipa
Selang atau pipa merupakan peralatan yang dipakai sebagai sarana mengalirkan air dari sumber air ke media kolam terpal, khususnya untuk sumber air yang jaraknya jauh. Selang atau pipa ini kita dapat menggunakan yang biasa ada saja ditoko terdekat atau disesuaikan dengan kebutuhan kita. Selain itu selang ini juga dapat kita gunakan untuk membersihkan dasar kolam terpal dengan cara melakukan sifon.

4. Ember, baskom dan timba
Alat-alat ini biasanya digunakan bila kita mengambil air dari sumbernya dengan cara manual. Ember atau baskom juga dibutuhkan apabila kita akan mengeluarkan kotoran pada dasar kolam menggunakan cara sifon apabila air tidak dapat mengalir langsung ke saluran penampungan atau saluran pembuangan.

5. Beberapa peralatan lain
Selain itu kita dapat menggunakan beberapa alat ukur seperti termometer, DO-meter dan pH meter untuk memantau kualitas dan kondisi air. Apalagi sekarang kita dapat mendapatkannya dengan mudah. Dengan bantuan alat-alat tersebut kita akan lebih mudah memantau kualitas air tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar